Ketua PWI Bangka Ardam Berharap Hubungan Wartawan Dan KPU Kedepan Terjalin Kerjasama Saling Menguntungkan Untuk Akses Informasi

Daerah180 Dilihat

Foto : Ketua PWI Bangka Ardam menerima Penghargaan dari KPU Bangka

Bangka Penaexores.com : Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) ulang Kabupaten Bangka sudah selesai, dari sejumlah pasangan calon Feri Insani dan Syahbudin terpilih sebagai Bupati & Wakil Bupati Kabupaten Bangka periode 2025 – 2028. Menyikapi pasca pilkada ulang, KPU Bangka sebagai penyelenggara gelar evaluasi, Sabtu ( 25/10/ 2025) bertempat di Gedung Serba Guna Maras Pemkab Bangka.

Menanggapi rapat evaluasi pasca pilkada ulang diselenggarakan KPU , Ketua PWI Bangka periode 2025 – 2028 Ardam usai menerima penghargaan menyampaikan masukan bahwa, kedepan kolaborasi KPU dan Wartawan harus terjalin berkesinambungan.

“Kita berharap hubungan wartawan dan KPU Bangka jangan hanya usai pilkada selesai. Kedepan harus terjalin kerjasama saling menguntungkan. Kilas balik pilkada ulang kemarin masih banyak keluhan wartawan soal akses informasi terkait Pilkada ulang. Kalau bisa kedepan dibuat sentral informasi terpadu satu pintu melibatkan pihak – pihak terkait. Misalnya dalam satu ruangan ada KPU, Bawaslu, Gakumdu dan lainya. agar wartawan saat menjalankan tupoksi mendapatkan informasi Akurat,” pintanya

Menurut Ardam jika informasi tentang pilkada terkesan tertutup berdampak pada suhu politik bisa bergejolak dan bisa tidak. Informasi yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya dibutuhkan publik.

“Kalau ada sentral informasi terpadu tentang pilkada , saya rasa kawan – kawan wartawan lebih mudah mengakses informasi untuk disampaikan ke publik dalam bentuk prodak jurnalistik. Artinya wartawan sebagai penyaji informasi publik mendapatkan bahan berita yang bisa dipertanggung jawabkan. Wartawan ini bisa membuat suhu politik bergejolak dan kondusif,” pungkasnya.

Bukan hanya soal mendapatkan informasi, Ardam juga memberikan masukan terkait anggaran publikasi tentang pilkada. Menurutnya kalau bisa anggaran publikasi disesuaikan dengan kondisi.

“Berbicara soal anggaran publikasi pilkada mohon kiranya bagi pihak pengambil kebijakan anggaran dimaksud, lebih melihat kondisi. Dana pilkada digelontorkan jumlahnya miliaran, giliran dana publikasi rasanya kurang mengakomodir kawan – kawan Wartawan. Pada hal sebagai penyaji informasi tupoksinya sangat penting,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *